You cannot copy content of this page
Awas Bahaya Karbon Monoksida, Jangan Sampai Terhirup

Awas Bahaya Karbon Monoksida, Jangan Sampai Terhirup

Sebenarnya, seperti apa gejala dari keracunan gas karbon monoksida dan dari mana sajakah gas ini bisa berasal?

Menurut para pakar kesehatan bahwa setiap pemanas yang bisa memproduksi gas layaknya kompor gas atau pemanas air dengan bahan bakar gas, hingga kompor atau pembakaran lain yang memakai bahan bakar batubara atau kayu bisa memproduksi gas karbon monoksida yang sangat berbahaya. Hal ini berarti jika berbagai pemanas tersebut tidak memiliki pembuangan gas yang berfungsi dengan baik atau dinyalakan di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang buruk, maka orang-orang yang ada di dalam ruangan bisa mengalami gejala keracunan gas karbon monoksida.

Diantara gejala yang disebabkan keracunan gas karbon monoksida adalah sakit kepala, pusing-pusing, tidak enak badan, tubuh yang sangat lelah, mengantuk, sakit perut, dan sesak nafas. Jika hal ini sudah terjadi, kita harus segera membuka ventilasi atau pintu ruangan lebar-lebar demi membuang gas karbon monoksida yang tersisa atau segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter karena dikhawatirkan keracunan bisa sangat parah dan membahayakan nyawa.

Agar kita tidak sampai keracunan karbon monoksida, ada baiknya kita selalu memastikan dapur atau kamar mandi yang memiliki pemanas air dengan bahan bakar batu-bara atau gas memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika perlu, pastikan untuk membuat cerobong asap atau penghisap gas buang pada dapur demi menghisap gas karbon monoksida yang beracun ini.

Apabila kita ingin melakukan pesta barbecue atau membakar makanan, pastikan untuk melakukannya di ruang terbuka, bukannya di dalam ruangan agar tidak sampai keracunan gas ini.

Dampak Buruk Mobil Diesel Minum Solar Kualitas Rendah

Dampak Buruk Mobil Diesel Minum Solar Kualitas Rendah

JAKARTA, KOMPAS.com – Bahan bakar mobil diesel yang kualitasnya rendah adalah solar dengan nomor cetane (CN) yang rendah. Menurut KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal), bahan bakar tersebut adalah Solar (CN 48). Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal), mengatakan, bahwa kendaraan dengan standar Euro 2 membutuhkan BBM dengan kadar belerang maksimal 500 ppm (particle per million). “Solar memiliki kadar belerang rata-rata 2.500 ppm. Sebenarnya, ada yang 300 ppm, yang PertaDex ( Pertamina Dex). Tapi orang enggan membeli itu,” ujar pria yang akrab disapa Puput tersebut, saat diskusi bertema “Pengendalian Pencemaran Udara Terganjal Kualitas BBM” di sekretariat KPBB, Sarinah, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut Puput, jika mobil dipaksakan diisi Solar CN 48 yang kadar belerangnya 2.500 ppm atau diisi Dexlite yang kadar belerangnya 1.200 ppm, akan menimbulkan kerusakan pada bagian mesin. “Jadi, kendaraan yang sudah berstandar Euro 2, dia sudah dilengkapi dengan Diesel Particulate Filter (DPF). DPF ini adalah alat untuk mengoksidasi atau bahasa sederhananya untuk menyaring berbagai polutan yang akan keluar dari knalpot,” kata Puput.

Puput menambahkan, DPF ini akan mengalami kerusakan kalau kadar belerang di dalam solarnya tinggi. Kalau Euro 2 maksimum hanya 500 ppm, tapi kalau Euro 4 maksimum 50 ppm.

“Karena dikendalikan secara elektronik, maka kerusakan DPF akan menghentikan fungsi kendaraan secara keseluruhan,” ujar Puput. Tahun 2021 mendatang, Indonesia akan mewajibkan seluruh mobil bermesin diesel agar standar emisinya sudah Euro 4. Untuk Euro 4, nomor cetane serendah-rendahnya pada solar adalah 51. “Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No P20/2017 tentang Standard Emisi Kendaraan Tipe Baru dan Yang Sedang Diproduksi, maka berbagai jenis BBM berkualitas rendah harus dihentikan produksi dan pemasarannya dan digantikan dengan BBM yang memenuhi persyaratan teknis untuk kendaraan berstandar Euro 4, mesin bensin RON minimal 91 dan solar CN minimal 51, serta keduanya berkadar sulfur maksimal 50 ppm,” kata Puput.

 

 

Solar Indonesia Bikin Produsen Mobil Premium ‘Trauma’

Solar Indonesia Bikin Produsen Mobil Premium ‘Trauma’

Jakarta, CNN Indonesia — Jaguar secara resmi memboyong sport utility vehicle (SUV) premium terbarunya, F-Pace dengan opsi mesin bensin dan diesel. Namun, Jaguar memilih untuk tidak memasukkan F-Pace dengan varian mesin diesel ke Indonesia. Kualitas bahan bakar solar di Indonesia disebut menjadi alasan utamanya.

Manajer Perencanaan, Pengelolaan Produk dan Pengembangan Jaringan WAE Tommy Handoko, mengatakan kualitas solar dikhawatirkan justru bakal merusak mesin diesel produknya. Hal inilah yang membuat Indonesia tidak mendapat persetujuan dari pabrikan pusat Jaguar di Inggris.

“Masalah kualitas (solar) ya. Jadi untuk model di Indonesia butuh persetujuan dari regional. Karena terkait garansi, servis, dan lainnya. Jadi memang membawa F-Pace versi diesel masih menunggu persetujuan,” kata Tommy di diler Jaguar di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/10).

Tidak hanya itu menurutnyaa, pendapat masyarakat Indonesia yang menganggap mesin diesel Jaguar belum sebaik mesin bensin menjadi alasan lainnya.

“Maksudnya dari kustomer kami yang premium ini untuk F-Pace persepsi mesin diesel masih agak kurang. Jadi kustomer lebih memilih mesin bensin ketimbang diesel,” ujar dia.

Deputi Direktur Pemasaran dan Komunikasi Mercedes-Benz Indonesia Hari Arfianto, juga sepakat dengan penilaian Jaguar trekant kualitas bahan bakar diesel di Indonesia. Atas alasen itulah pihaknya mengaku enggan menambah jajaran mobil diesel ke Tanah Air.

Padahal, di negara asalnya, Jerman, Mercedes-Benz dapat mencatat penjualan positif untuk mobil penumpang bermesin diesel.

“Indonesia masuk daftar negara dengan kualitas bahan bakar buruk, jadi auditnya Daimler (induk Mercedes) terhadap bahan bakar diesel itu masih jelek sehingga tidak bisa banyak-banyak. Jadi mesin diesel yang masuk ke Indonesia istilahnya mesin ‘badak’ termasuk salah satunya V-Class,” kata Hari.

Menurutnya, audit yang dilakukan oleh Mercedes-Benz pusat dilakukan tanpa sepengetahuannya. Sementara, dari hasil audit hanya Pertamina-Dex yang lulus uji.

“Kami tidak tahu kapan hasil audit Daimler soal diesel ke Indonesia, tidak diketahui sama sekali. Pembeli misterius ada yang datang kesini ngetes terus sertifikasi. Jadi bukan menganaktirikan diesel, tetep jalan. Daimler tidak akan memisahkan oh diesel dulu deh atau bensin dulu deh,” ujar dia.

Sekadar Informasi, kualitas bahan bakar diesel ditentukan melalui kadar angka cetane. Angka cetane memiliki nilai 0 sampai 100 yang menunjukkan pembakaran relatif.  Angka ini sekaligus sebagai salah satu faktor terukur dari karakteristik keseluruhan dan kualitas solar.

Jika bahan bakar diesel memiliki angka 100, maka bahan bakar diesel ini memiliki cetane murni dan akan sangat mudah terbakar. Karena semakin tinggi angka cetane, semakin tinggi pula kualitas bahan bakar.

Cetane dipilih sebagai standar penggambaran kemudahan pembakaran relatif bahan bakar diesel, karena paling mudah menyala dalam ruang pembakaran. Bahan bakar dengan angka cetane tinggi akan menyala lebih cepat dan melakukan proses pembakaran yang lebih efisien sehingga bisa meningkatkan kinerja mesin.

Sebaliknya, bahan bakar diesel dengan angka cetane rendah menyebabkan mesin diesel berjalan lamban dan menyebabkan emisi yang lebih tinggi akibat pembakaran yang tidak efisien. Selain itu,angka cetane rendah juga cenderung membuat mesin sulit dinyalakan.

Banyak negara yang telah menetapkan standar untuk angka cetane minimum, yakni berkisar antara 40-51. Untuk mengukur atau menentukan angka cetane, bahan bakar diuji terlbih dahulu menggunakan mesin diesel dnegan kompresi variabel yang dirancang khusus.

Untuk Indonesia, bahan bakar diesel lebih dikenal dengan sebutan Solar. Selain itu muncul juga Bio Diesel, dan Pertamina Dex. Ukuran cetane Pertamina Dex mencapai 53.

Racing Power Machine

Racing Power Machine

RACING POWER MACHINE (RPM)  merupakan aditif bensin padat yang ditambahkan langsung pada bensin di tangki kendaraan. Terbuat dari bahan-bahan organik, RACING POWER MACHINE  merupakan aditif yang aman bagi manusia dan lingkungan apabila secara tidak sengaja terbuang ke alam. Di samping itu, Racing Power Machine merupakan formula yang didesain sedemikian rupa sehingga mampu untuk menghasilkan standar bensin berkualitas racing pada semua jenis kendaraan berbahan bakar bensin.

 

Aditif ini tiap pilnya dapat digunakan pada 4 liter bensin meningkatkan nilai RON bensin sebesar 5 RON atau 50 poin. Misalnya : 4 liter bensin dengan nilai RON 90 (PERTALITETM) apabila ditambahkan 1 pil RACING POWER MACHINE akan menghasilkan bensin dengan nilai RON 95 (90+5). Apabila ditambahkan 1 pil RACING POWER MACHINE pada 3 liter bensin, akan menghasilkan bensin dengan nilai RON 97 (90+7). Dan apabila ditambahkan 1 pil RACING POWER MACHINE pada 2 liter bensin akan menghasilkan bensin dengan nilai RON 100 (90+10). Tidak hanya nilai RON yang meningkat, nilai MON pun meningkat disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan yang membutuhkan bensin dengan nilai RON tersebut. Hal ini akan menghasilkan power, performa, dan efisiensi tertinggi pada kendaraan tersebut.

Di samping itu, RACING POWER MACHINE  juga sudah diformulasi dengan standar tambahan yang dibutuhkan. Karena itu, RACING POWER MACHINE akan membersihkan kerak pada mesin, melumasi mesin dan mereduksi emisi gas buang. Reduksi gas buang yang dihasilkan adalah sekitar 80% – 99%.

DOSIS RPM PADA BERBAGAI KENDARAAN

Pengaplikasian RACING POWER MACHINL pada kendaraan sangatlah mudah. Isi tangki kendaraan dengan bensin tertentu, kemudian tambahkan RACING POWER MACHINE dengan dosis tertentu agar bensin pada tangki berubah menjadi bensin yang cocok dan berkualitas pada kendaraan tersebut.

Adapun dosis penggunaannya adalah sebagai berikut      :

Berbasis Premium (RON 88)     :

  • 8 liter RON 88 + 1 pil  RPM =  RON 90,5      CR   8,6 : 1  s/d    9,3 : 1
  • 4 liter RON 88 + 1 pil  RPM =  RON 93         CR   9,4 : 1  s/d  10,0 : 1
  • 3 liter RON 88 + 1 pil  RPM =  RON 95         CR 10,1 : 1  s/d  10,7 : 1
  • 2 liter RON 88 + 1 pil  RPM =  RON 98         CR 10,8 : 1  s/d  11,4 : 1

Berbasis Pertalite (RON 90)      :

  • 8 liter RON 90 + 1 pil  RPM  =  RON  92,5     CR   9,4 : 1  s/d  10,0 : 1
  • 4 liter RON 90 + 1 pil  RPM =  RON  95        CR 10,1 : 1  s/d  10,7 : 1
  • 3 liter RON 90 + 1 pil  RPM =  RON  97        CR 10,8 : 1  s/d  11,4 : 1
  • 2 liter RON 90 + 1 pil  RPM =  RON 100       CR 11,5 : 1  s/d  12,1 : 1

Berbasis Pertamax/Shell Super 92/Total 92 (RON 92)   :

  • 8 liter RON 92 + 1 pil  RPM =  RON 94,5      CR 10,1 : 1  s/d  10,7 : 1
  • 4 liter RON 92 + 1 pil  RPM =  RON 97         CR 10,8 : 1  s/d  11,4 : 1
  • 3 liter RON 92 + 1 pil  RPM =  RON 99         CR 11,4 : 1  s/d  12,0 : 1
  • 2 liter RON 92 + 1 pil  RPM =  RON 102       CR 12,2 : 1  s/d  12,7 : 1

Perhatian  :

Dari dosis di atas, terlihat dengan jelas bahwa nilai RON sangat berkorelasi dengan nilai CR (Kompresi Mesin). Karena itu, sangat penting untuk mengetahui Nilai CR dari kendaraan-kendaraan yang akan menggunakan Racing Power Machine. Setelah nilai CR nya diketahui, barulah bisa ditetapkan dosisnya.

Hubungi :
Kang Ridwan
0852.2372.8777

Bahan Bakar Minyak Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari

Bahan Bakar Minyak Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari

Hidup kita sehari-hari tidak lepas dari ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak, dalam hal ini bensin  dan solar. Persamaan antara mesin kendaraan dan tubuh manusia adalah, sama-sama butuh asupan bahan bakar yang berkualitas.

Pengetahuan tentang bensin pada masyarakat umum, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain, masih sangat terbatas sekali. Kebanyakan masyarakat hanya mengenal bahwa semakin mahal harga bensin, maka semakin berkualitas bensin tersebut.

Misalnya kita lihat contoh harga bensin pada salah satu SPBU dari perusahaan Minyak Gas dalam negeri (harga untuk tanggal 29 April 2017) :

  • PERTALITE, dengan nilai RON 90, Harga Rp. 7.500,00
  • PERTAMAX, dengan nilai RON 92, Harga Rp. 8.250,00
  • PERTAMAX TURBO, dengan nilai RON 98, Harga Rp. 9.250,00
  • PERTAMAX RACING, dengan nilai RON 100, Harga  Rp. 42.000,00

Dengan cepat, kebanyakan orang akan berkata bahwa kualitas PERTAMAX TURBOTM sudah pasti lebih baik dari PERTAMAXTM, dan kualitas PERTAMAXTM pasti lebih baik dari PERTALITETM.

Benarkah demikian? Untuk menjawab hal tersebut diatas, dibutuhkan beberapa pengetahuan mendasar tentang bensin dan hubungannya dengan kendaraan-kendaraan yang menggunakan bensin tersebut sebagai bahan bakarnya.

Bensin dikatakan berkualitas baik pada suatu kendaraan apabila bensin tersebut                :

  • Menghasilkan pembakaran yang mendekati sempurna pada kendaraan tersebut.
  • Mampu untuk merawat saluran bensin dan mesin kendaraan sehingga mesin tersebut memiliki umur kendaraan yang lebih lama dan performa yang selalu stabil terjaga.
  • Menghasilkan emisi gas buang serendah mungkin pada kendaraan tersebut

Pada kenyataannya, penggunaan satu jenis bensin pada satu jenis kendaraan bisa menghasilkan kondisi terbaik sesuai dengan 3 (tiga) kriteria diatas, tapi ternyata tidak ketika bensin tersebut digunakan pada jenis kendaraan yang lain.

Misalnya saja :  Penggunaan bensin dengan nilai RON 97 sangat cocok ketika digunakan untuk jenis kendaraan Toyota Avanza, tapi tidak ketika bensin tersebut digunakan untuk jenis kendaraan Suzuki APV. Pada Suzuki APV, bensin menjadi sangat boros, mesin panas, dan emisi gas buang menghasilkan asap putih. Justru ketika Suzuki APV diisi dengan bensin dengan nilai RON 90, performa, penghematan dan emisi  gas buang menghasilkan kualitas sangat baik. Karena itu, pernyataan bahwa semakin mahal harga bensin semakin baik kualitasnya, adalah SALAH.

NILAI RON DAN MON

Biasanya, 2 (dua) nilai standar yang digunakan untuk menentukan kualitas bensin adalah nilai RON dan MON. RON (Research Octane Number) adalah nilai yang digunakan untuk mengukur kemampuan tidak terbakarnya bensin ketika ditekan sekuat mungkin pada ruang bakar. Semakin tinggi kemampuan tidak terbakarnya ketika ditekan sekuat mungkin, semakin tinggi nilai RON bensin tersebut. Sementara nilai MON (Motor Octane Number) adalah nilai yang digunakan untuk menentukan seberapa besar energi ledak yang terjadi dan diubah menjadi energi putar pada roda saat bensin dibakar oleh percikan busi. Semakin tinggi nilai MON, semakin besar power yang dihasilkan pada kendaraan.

Tidak banyak yang tahu bahwa nilai RON ini betul-betul sangat berkorelasi dengan nilai Kompresi Mesin (CR = Compressi Ratio) dari kendaraan. CR didefinisikan sebagai perbandingan antara nilai volume terbesar dan terkecil pada ruang bakar. Misalkan CR pada Toyota Avanza adalah 11,0 : 1.Semakin tinggi nilai CR, artinya perbedaan volume terbesar dan terkecil pada ruang bakar semakin jauh sehingga pada saat nilai volume ruang bakar mencapai terkecil, tekanan pada ruang bakar tersebut menjadi sangat besar. Karena itu, semakin tinggi nilai CR, maka bensin yang dibutuhkan adalah bensin dengan nilai RON yang semakin tinggi. Hal ini akan menghindarkan dari terjadinya bensin terbakar dan meledak sebelum nilai volume ruang bakar berada pada nilai terkecil. Tetapi ketika berada pada kondisi volume ruang bakar terkecil, bensin harus berada pada titik siap akan terbakar sehingga ketika bensin tersebut dibakar oleh percikan api busi, bensin harus terbakar secara keseluruhan.

Karena itu, maka 1 nilai CR punya padanan 1 nilai RON. Hanya saja, terlalu repot apabila di sebuah SPBU harus disediakan semua bensin dengan nilai RON yang berbeda-beda. Karena dalam sebuah SPBU biasanya hanya bisa disediakan sampai dengan 3 nilai RON, maka dibuatlah pendekatan range (jangkauan) nilai CR yang masih cukup efektif dan efisien apabila menggunakan bensin dengan nilai-nilai RON yang disediakan oleh SPBU.

Secara singkat dapat kita katakan : Pada range tertentu dari nilai CR, dibutuhkan nilai RON tertentu dan nilai MON tertentu agar kendaraan tersebut menghasilkan power dan performa terbaik dengan tingkat efisiensi tertinggi.

STANDAR TAMBAHAN

Standar tambahan ini berhubungan dengan perawatan mesin dan emisi gas buang. Bensin yang memiliki kemampuan untuk membersihkan kerak, melumasi ruang bakar, serta menghasilkan emisi gas buang Carbon dan CO yang sangat rendah, adalah bensin yang memiliki standar tambahan terbaik.